Di artikel ini
Pantangan itu kebiasaan, bukan ancaman
Hampir semua pantangan Imlek lahir dari pikiran yang sangat manusiawi: di awal tahun, orang ingin suasana rumah tenang, hati lapang, dan tidak ada pertengkaran. Karena zaman dulu tidak ada pengeras suara untuk mengingatkan, hal itu dibungkus menjadi “jangan begini, jangan begitu” yang mudah diingat anak-anak.
Jadi, jangan panik kalau tanpa sengaja melanggar satu dua. Banyak keluarga Tionghoa sendiri menjalankannya setengah hati sambil bercanda. Anggap daftar ini sebagai cerita tentang tradisi, bukan buku peringatan. Setiap keluarga, dari Medan sampai Surabaya, punya versi yang sedikit berbeda.
Menyapu dan membuang sampah di hari pertama
Pantangan paling terkenal. Menurut kepercayaan lama, menyapu di hari pertama seolah menyapu keluar rezeki dari pintu. Logika rakyatnya sederhana: rumah dibersihkan menyeluruh sebelum Imlek, lalu di hari pertama semua orang boleh beristirahat dari kerja rumah tangga.
Kalau debu sudah mengganggu, sebagian keluarga menyapu ke arah dalam rumah, bukan ke luar. Itu cara kreatif yang sering diceritakan sambil tertawa. Intinya, beres-beres dilakukan sebelum hari H supaya hari pertama bisa dipakai untuk ngobrol dan makan bersama.
Keramas, gunting rambut, dan jarum
Dalam bahasa Kanton, kata untuk rambut terdengar mirip dengan kata untuk berkembang, sehingga mencuci rambut di hari pertama dianggap seperti mencuci keberuntungan. Alasan yang lebih praktis: orang tua dulu tidak ingin anak-anak sibuk di kamar mandi saat tamu berdatangan.
Gunting rambut dan benda tajam seperti jarum atau pisau juga dihindari agar suasana tetap damai. Solusinya mudah, yaitu potong rambut beberapa hari sebelum Imlek. Salon biasanya paling penuh justru di minggu terakhir sebelum tahun baru.
Memecahkan barang dan bicara kasar
Piring atau gelas yang pecah dianggap pertanda “pecah” hubungan atau rezeki. Karena itu orang berhati-hati dan, kalau tidak sengaja pecah, biasanya langsung berkata, “sui sui ping an,” yang artinya kurang lebih tahun demi tahun selamat dan tenteram. Kalimat itu mengubah suasana panik jadi lelucon.
Hal serupa berlaku untuk kata-kata kasar atau mengungkit hal sedih. Pesannya baik: di hari pertama, pilih ucapan yang menyejukkan. Kalau kamu bertamu, cukup siapkan kalimat sapaan hangat dan senyum.
Baju hitam atau putih dan meminjamkan uang
Hitam dan putih lazim dikaitkan dengan acara duka dalam budaya Tionghoa, jadi saat berkunjung di hari-hari awal Imlek orang cenderung memilih warna cerah seperti merah, merah muda, atau emas. Bukan berarti terlarang, hanya soal menyesuaikan suasana pesta. Kalau satu-satunya baju bersihmu hitam, kasih sentuhan aksesori merah saja.
Soal uang, banyak keluarga menghindari meminjamkan atau menagih utang di hari pertama, supaya tahun dimulai tanpa urusan tagihan. Kalau ada urusan penting, urusan itu bisa menunggu beberapa hari. Ini lebih ke soal sopan santun daripada ramalan keuangan.
- Rapikan rumah dan selesaikan cucian sebelum malam tahun baru.
- Siapkan pakaian cerah dari jauh hari.
- Tunda urusan utang-piutang sampai setelah libur.
Bagaimana kalau kamu tidak sengaja melanggar?
Tarik napas, tersenyum, dan lanjutkan. Tradisi ini dibuat untuk menyatukan keluarga, bukan untuk membuat orang takut. Kalau ada orang tua yang menegur, jawab dengan ramah dan minta maaf, biasanya percakapannya berujung cerita seru tentang masa kecil beliau.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah benar tidak boleh menyapu saat Imlek?
Itu kebiasaan di hari pertama saja, dan alasannya lebih ke simbol serta istirahat dari kerja rumah. Banyak keluarga membersihkan rumah sebelum Imlek lalu santai di hari pertama.
Boleh pakai baju hitam ke rumah teman Tionghoa?
Tentu boleh, tidak ada yang akan mengusirmu. Hanya saja warna cerah lebih cocok dengan suasana pesta, jadi tambahkan aksesori merah kalau ingin lebih pas.
Kalau piring pecah, harus bagaimana?
Ucapkan kalimat baik seperti harapan selamat sepanjang tahun, bereskan pecahannya hati-hati, lalu lanjutkan acara. Tidak perlu dianggap pertanda apa pun.
Apakah pantangan ini sama di semua keluarga?
Tidak. Tiap keluarga dan daerah punya versinya sendiri, dan banyak yang sudah disesuaikan dengan gaya hidup modern.