Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Arti Tahi Lalat
  3. Tahi lalat di dagu: cerita tentang keteguhan, rumah, dan masa tua dalam kiasan lama

Tahi lalat di dagu: cerita tentang keteguhan, rumah, dan masa tua dalam kiasan lama

Dagu menutup bingkai wajah dan sering dianggap mewakili keteguhan. Tahi lalat di sana pun dibaca dengan nada serupa.

Bagian wajahDagu tengah, kiri, atau kananTradisiPrimbon, mian xiang, tutur keluargaTema tafsirKeteguhan, rumah, dan hari tuaSifatHiburan budaya
Di artikel ini
  1. Dagu dan watak yang teguh
  2. Kiri, kanan, dan tengah
  3. Tentang masa tua
  4. Dagu bagi pria dan wanita
  5. Dagu dalam budaya populer
  6. Tentang jenggot dan cukuran
  7. Soal kulit dan cukur

Dagu dan watak yang teguh

Ungkapan "dagu yang kuat" dipakai untuk orang yang gigih. Tradisi Tionghoa memakai pandangan serupa: dagu adalah dasar wajah, sehingga tahi lalat di sana dibaca sebagai tanda orang yang pantang menyerah.

Primbon tak jauh berbeda. Orang dengan tahi lalat di dagu digambarkan teguh pendirian, kadang keras kepala kalau sudah punya pilihan.

Kiri, kanan, dan tengah

Penutur lama membaca dagu tengah sebagai simbol rumah dan tempat bernaung. Dagu kiri dan kanan dibaca terkait hubungan dengan orang di sekitar, dari saudara sampai tetangga.

Ada pula yang menjelaskan tanda di dagu dekat bibir sebagai orang yang suka makan enak. Pembacaannya bermacam-macam, jadi ambil sekadarnya.

  • Tengah: rumah dan rasa aman dalam kiasan
  • Kiri atau kanan: relasi dengan kerabat
  • Dekat bibir: penikmat kuliner

Tentang masa tua

Mian xiang kerap mengaitkan dagu dengan masa senja. Tahi lalat di sana kadang diceritakan sebagai tanda bahwa seseorang akan dikelilingi keluarga ketika menua. Aku menyebutnya sebagai harapan yang manis, bukan kepastian.

Lagi pula hari tua kita ditentukan oleh banyak hal, dan hubungan yang dirawat sejak sekarang tentu paling berperan.

Dagu bagi pria dan wanita

Pria dengan tahi lalat di dagu dalam tutur lama digambarkan sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Wanita dengan tanda yang sama digambarkan sebagai sosok yang menjaga rumah dan teguh menghadapi masalah.

Pembagian peran itu terdengar kuno sekarang. Banyak keluarga kini berbagi tugas, dan sifat teguh tidak dimonopoli salah satu pihak.

Dagu dalam budaya populer

Dagu belah, dagu lancip, dan dagu berlesung kerap dibicarakan sebagai ciri wajah menarik. Tahi lalat di dagu menambah satu lagi sebutan unik yang sering dipuji di foto dekat.

Pembicaraan seperti ini ringan, dan sebaiknya tidak menyentuh rasa percaya diri seseorang. Setiap dagu punya kisahnya.

Tentang jenggot dan cukuran

Pria yang memelihara jenggot atau cambang kerap menutupi tahi lalat di dagu. Ada pula yang sengaja memangkas rapi agar tahi lalatnya tampak, karena menurutnya itu ciri khas.

Pilihan model rambut wajah tidak berkaitan dengan tafsir tradisi sedikit pun.

Soal kulit dan cukur

Dagu rentan tergores pisau cukur. Karena itu pria yang punya tahi lalat di sana biasanya berhati-hati. Bila tahi lalatnya terasa menebal, berubah warna, membesar, atau berdarah tanpa sebab jelas, periksakan ke dokter. Halaman ini hanya tafsir budaya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah tahi lalat di dagu benar-benar menandakan sifat keras kepala?

Hanya dalam kiasan lama. Sifat seseorang tidak bisa dibaca dari bintik kulit.

Apa bedanya dagu kiri dan kanan?

Beberapa sumber menyebut hubungan dengan orang berbeda, tetapi tidak ada rumusan baku.

Mengapa dagu dikaitkan dengan masa tua?

Dalam ilmu wajah Tionghoa, wajah dibagi menurut usia dan dagu mewakili bagian akhir. Itu cara bercerita, bukan perhitungan.

Apakah tahi lalat di dagu bisa menjadi tanda wibawa?

Dalam tutur lama, iya sebagai kiasan keteguhan. Wibawa nyata datang dari sikap dan cara bergaul.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi