Di artikel ini
Dari mana garis-garis cahaya itu datang
Komet dan beberapa asteroid meninggalkan jejak debu sepanjang orbitnya. Ketika Bumi melintasi jejak itu, butiran sekecil pasir menghantam atmosfer dengan kecepatan puluhan kilometer per detik dan terbakar menjadi garis cahaya. Itu yang kita sebut meteor, dan bukan bintang yang jatuh.
Karena Bumi melewati jejak yang sama pada tanggal yang sama setiap tahun, hujan meteor bisa diramalkan dengan tepat. Meteor tampak keluar dari satu titik di langit yang disebut radian, dan hujan meteor dinamai menurut rasi tempat radian itu berada.
Sembilan hujan meteor utama
Tiap hujan meteor punya halaman sendiri dengan rincian dan tips lokal.
- Quadrantid, awal Januari, puncak sangat singkat.
- Lyrid, akhir April, sederhana tetapi sudah dikenal sejak zaman kuno.
- Eta Aquariid, awal Mei, serpihan komet Halley yang bagus dilihat dari daerah tropis.
- Perseid, pertengahan Agustus, favorit belahan utara.
- Draconid, awal Oktober, biasanya tenang.
- Orionid, akhir Oktober, cepat dan stabil.
- Leonid, pertengahan November, kadang menghasilkan badai.
- Geminid, pertengahan Desember, yang terkaya sepanjang tahun.
- Ursid, menjelang titik balik matahari Desember, lemah dan sulit dari sini.
Membaca tabel
Kolom puncak menampilkan perkiraan saat terbaik dalam WIB. Kolom bulan memberi tahu apakah cahaya bulan mengganggu: bulan baru atau sabit tipis membuat langit gelap dan meteor redup tetap terlihat, sedangkan purnama menyapu bersih yang lemah. Angka ZHR adalah laju per jam di langit sempurna dengan radian tepat di atas kepala, jadi hasil nyata hampir selalu lebih rendah.
Strategi untuk langit Indonesia
Kita berada di khatulistiwa, sehingga hampir semua radian di kedua belahan langit bisa terlihat, hanya saja yang berada jauh di utara berada rendah. Hujan meteor di bulan Mei hingga Oktober juga bertepatan dengan musim kemarau di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, jadi peluang langit cerah lebih besar. Desember dan Januari adalah puncak musim hujan, dan awan sering menyulitkan.
Cahaya kota seperti Jakarta atau Surabaya menelan meteor yang redup. Cari tempat gelap: kawasan Bromo, dataran tinggi Dieng, Karimunjawa, Sumba, atau pantai yang jauh dari lampu. Observatorium dan komunitas astronomi sering mengadakan pengamatan bersama. Beri waktu mata sekitar dua puluh menit untuk beradaptasi, dan jauhkan layar ponsel.
Catatan khusus untuk pemula
Kalau ini pertama kalimu menonton, pilih satu hujan meteor yang cocok untuk khatulistiwa, bawa alas, dan datang lebih awal agar punya waktu menyesuaikan mata. Jangan menilai dari jam pertama saja, karena meteor sering datang berkelompok. Hindari memakai terlalu banyak peralatan; pengalaman terbaik justru yang paling sederhana. Setelah satu-dua kali, kamu akan tahu sendiri kebiasaan langit di tempat tinggalmu.
Harapan dan kepercayaan
Banyak orang tumbuh dengan kebiasaan membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh. Itu tradisi manis yang bertahan di banyak budaya, termasuk di sini, dan tidak perlu diperdebatkan. Nikmati saja momennya bersama keluarga atau teman, sambil ngopi dan menebak siapa yang melihat meteor lebih dulu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti ZHR?
ZHR adalah laju meteor per jam yang akan dilihat satu pengamat di langit gelap sempurna dengan radian tepat di atas kepala. Dalam kenyataan, jumlahnya biasanya jauh lebih kecil.
Hujan meteor mana yang paling bagus dari Indonesia?
Eta Aquariid, Orionid, dan Geminid umumnya paling bersahabat untuk daerah tropis. Perseid dan Leonid juga layak dicoba bila cuaca mendukung.
Perlukah tahu letak radian?
Tidak. Berbaringlah dan tatap bagian langit yang luas. Meteor muncul di mana saja, dan garisnya bila ditarik mundur menunjuk ke radian.