Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Arti Tahi Lalat
  3. Tahi lalat di perut: antara candaan soal makan dan kiasan tentang kecukupan

Tahi lalat di perut: antara candaan soal makan dan kiasan tentang kecukupan

Perut identik dengan makanan, dan tradisi menafsirkan tahi lalat di sana sambil bercanda soal selera makan dan kecukupan hidup.

BagianPerut atas atau bawahTradisiPrimbon dan candaan keluargaTema tafsirKecukupan, selera makan, kenyamananCatatanTanpa janji atau kepastian
Di artikel ini
  1. Perut dalam bahasa kita
  2. Perut atas dan perut bawah
  3. Perut sebelah kiri atau kanan
  4. Peran perut pria dan wanita dalam kiasan
  5. Soal perut yang sebenarnya
  6. Obrolan ibu-ibu dan bapak-bapak
  7. Setelah makan besar
  8. Menikmati cerita dengan ringan

Perut dalam bahasa kita

Kita punya banyak ungkapan tentang perut: perut kenyang hati senang, perut karet. Tradisi mengaitkan tahi lalat di perut dengan kenyamanan hidup dan kenikmatan makan.

Ada yang menyebut pemiliknya sebagai penikmat kuliner, dari warteg sampai restoran, yang tidak pernah kehabisan selera.

Perut atas dan perut bawah

Perut bagian atas dibaca terkait kecukupan sehari-hari. Perut bagian bawah dibaca terkait hubungan dengan keluarga dan rasa betah di rumah.

Tentu ini sekadar kiasan. Cukup atau tidaknya hidup seseorang bergantung pada banyak hal yang jauh lebih nyata dari tahi lalat.

  • Atas: nikmat makan dan ketercukupan dalam kiasan
  • Bawah: betah di rumah
  • Samping: gemar berkumpul

Perut sebelah kiri atau kanan

Menurut sebagian penutur, perut kiri berhubungan dengan kenyamanan emosional dan perut kanan dengan kegiatan. Sumber lain tidak membedakan.

Itu sebabnya aku tidak menuliskan aturan tetap, melainkan menyebut tema yang paling sering terdengar.

Peran perut pria dan wanita dalam kiasan

Untuk pria, perut kerap dikaitkan dengan peran mencari nafkah dalam kiasan lama. Untuk wanita, dikaitkan dengan kehangatan dapur dan keluarga.

Dapur dan nafkah kini dikerjakan siapa saja, jadi bacaan itu lebih cocok dianggap kenangan budaya.

Soal perut yang sebenarnya

Perut bisa berubah bentuk karena berat badan, kehamilan, atau operasi. Tahi lalat ikut melebar bukan hal ganjil. Namun bila tampak berubah warna, bergerigi, gatal, berdarah, atau muncul tiba-tiba, tunjukkan ke dokter. Nyeri perut yang menetap juga urusan dokter, bukan tafsir tradisi.

Obrolan ibu-ibu dan bapak-bapak

Di arisan atau pos ronda, tafsir seputar perut biasanya jadi bahan guyonan, apalagi bila ada yang membawa kudapan. Tawa seperti ini merupakan bagian dari kehidupan bertetangga.

Hanya saja, hindari menyentuh topik tubuh seseorang jika dia terlihat tidak nyaman.

Setelah makan besar

Sehabis Lebaran atau acara hajatan, perut penuh dan banyak orang bercanda soal ukuran. Pada saat seperti itu, tahi lalat di perut mungkin terlihat bergeser mengikuti bentuk kulit.

Perubahan posisi semacam itu wajar, selama bentuk dan warna tahi lalatnya sama. Kalau ragu, bandingkan dengan foto lama.

Menikmati cerita dengan ringan

Aku membayangkan tafsir ini muncul di meja makan, saat seseorang menepuk perut sambil bercanda. Tak ada yang serius, semua tertawa.

Kalau itu yang kita ambil, tradisi tahi lalat di perut sudah menjalankan tugasnya: membuat suasana hangat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah tahi lalat di perut berarti hidup berkecukupan?

Tidak. Itu candaan dan kiasan yang tidak bisa dijadikan pegangan soal penghasilan.

Apakah tahi lalat di perut berhubungan dengan pencernaan?

Tidak ada hubungan yang dapat dipastikan. Untuk keluhan pencernaan, temui dokter.

Apakah tahi lalat bisa berubah setelah hamil?

Kulit bisa meregang dan tahi lalat tampak berbeda. Jika perubahannya mencolok, minta dokter menilai.

Apakah perubahan berat badan memengaruhi tahi lalat di perut?

Kulit meregang sehingga tahi lalat tampak lebih lebar atau bergeser, namun perubahan warna atau tepi yang tidak rata tetap perlu diperiksakan.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi