Di artikel ini
Kenapa gerhana terjadi
Gerhana matahari terjadi saat bulan baru: bulan lewat tepat di antara Bumi dan Matahari. Gerhana bulan terjadi saat purnama: Bumi berada di tengah, dan bayangannya jatuh ke permukaan bulan. Kalau orbit bulan sebidang dengan orbit Bumi, setiap bulan kita dapat sepasang gerhana.
Kenyataannya orbit bulan miring sekitar 5 derajat, jadi di kebanyakan bulan, bulan baru lewat sedikit di atas atau di bawah garis lurus itu. Gerhana baru muncul ketika bulan baru atau purnama jatuh dekat titik potong dua orbit, yang disebut simpul. Karena itulah gerhana datang berkelompok dalam musim gerhana, kira-kira setiap enam bulan sekali.
Enam jenis gerhana
Tiap jenis punya halaman sendiri dengan rincian yang lebih lengkap.
- Gerhana matahari total. Bulan menutup seluruh piringan Matahari, siang berubah mirip senja.
- Gerhana matahari cincin. Bulan terlalu jauh untuk menutup penuh, sehingga tersisa lingkaran terang.
- Gerhana matahari sebagian. Matahari hanya tergigit sebagian.
- Gerhana bulan total. Bulan masuk ke bayangan inti Bumi dan sering tampak merah tembaga.
- Gerhana bulan sebagian. Hanya sebagian bulan yang masuk bayangan inti.
- Gerhana bulan penumbra. Redupnya tipis sekali, mudah terlewat.
Gerhana dari langit Indonesia
Indonesia punya cerita istimewa soal gerhana. Pada 9 Maret 2016, jalur totalitas melintasi Sumatra, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, sampai Maluku Utara, dan kota seperti Palembang, Palu, dan Ternate jadi tujuan wisata gerhana. Pada 20 April 2023, gerhana hibrida kembali memberi totalitas singkat di ujung timur negeri ini.
Kebanyakan gerhana matahari yang kamu lihat dari Jakarta, Surabaya, atau Medan tetap berupa gerhana sebagian, dan itu pun hanya kalau jalurnya lewat. Gerhana bulan lain ceritanya: kalau bulan sedang di atas ufuk, seluruh Indonesia bisa menyaksikannya, tinggal berharap langit tidak berawan. Musim kemarau, kira-kira Mei sampai Oktober di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, adalah waktu yang paling bersahabat.
Mulai dari mana kalau mau menonton
Cari tempat dengan ufuk terbuka: atap gedung, lapangan, pantai, atau tepi sawah. Untuk gerhana bulan, polusi cahaya kota sebenarnya tidak terlalu mengganggu, karena bulan cukup terang. Untuk melihat korona atau bintang saat totalitas, makin gelap tempatnya makin baik.
Kalau ingin ditemani, Planetarium dan Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki serta Observatorium Bosscha di Lembang biasanya punya acara pengamatan bersama saat ada gerhana besar. Ikuti pengumuman lembaga resmi seperti BMKG untuk jalur dan jam setempat.
Keselamatan dulu
Gerhana bulan aman dilihat dengan mata telanjang, teropong, atau teleskop. Gerhana matahari tidak: hanya kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2 yang melindungi matamu, walau Matahari tinggal sabit tipis. Baca halaman panduan keselamatan sebelum hari H.
Gerhana dalam budaya
Di Jawa, gerhana dikisahkan sebagai Batara Kala yang menelan matahari atau bulan, sehingga warga dulu memukul lesung dan kentongan supaya ia memuntahkannya kembali. Banyak umat Muslim melaksanakan shalat gerhana berjamaah di masjid sebagai ibadah, dan itu hal tersendiri yang tidak perlu dicampur dengan astronomi.
Dalam astrologi, gerhana dibaca sebagai simbol akhir dan awal baru di sekitar zodiak tempat ia jatuh. Anggap itu bahan renungan, bukan ramalan nasib.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa kali gerhana terjadi dalam setahun?
Minimal empat dan maksimal tujuh kali, gerhana matahari dan bulan dihitung bersama. Kebanyakan tahun mengalami empat sampai enam.
Apakah semua gerhana di tabel bisa kulihat dari Indonesia?
Tidak. Gerhana matahari hanya terlihat dari sebagian muka Bumi, dan gerhana bulan hanya dari sisi malam. Tabel menampilkan jam WIB, tetapi cek dulu apakah bulan atau matahari berada di atas ufuk di kotamu.
Apakah gerhana berulang?
Ya. Setelah siklus Saros sekitar 18 tahun 11 hari, posisi Matahari, bulan, dan simpul hampir sama lagi dan gerhana serupa muncul, meski di tempat yang berbeda.