Di artikel ini
Wuku kesebelas dan namanya yang terkenal
Galungan berada di urutan 11 dari 30 wuku. Di antara semua nama wuku, inilah yang paling dikenal luas, terutama karena hari raya Galungan di Bali jatuh pada hari Rabu di pekan ini. Siklus 210 hari berarti perayaan itu muncul dua kali dalam setahun kalender biasa.
Dewa pengampu yang sering dicatat adalah Batara Kamajaya, walau naskah lain bisa menyebut nama berbeda. Atribut tambahan seperti pohon dan burung sengaja tidak kutulis karena terlalu banyak versi.
Suasana perayaan di Bali
Pekan ini identik dengan penjor, yaitu bambu melengkung berhias janur yang berdiri di tepi jalan desa. Wajah pulau berubah: jalan-jalan penuh warna, keluarga pulang kampung, dan dapur sibuk menyiapkan sajian bersama.
Aku menceritakannya hanya sebagai kekayaan budaya yang indah dilihat. Makna keagamaan yang mendalam tentu paling tepat dijelaskan oleh pemuka dan pemeluknya sendiri.
Watak orang yang lahir di Galungan
Primbon menggambarkan orang Galungan sebagai pribadi yang bersemangat, senang berkumpul, dan pandai menghidupkan acara. Ia biasanya orang yang mengurus panitia reuni dan tahu siapa suka makan apa.
Kelemahan yang disebut adalah mudah kelelahan karena terlalu banyak mengurus orang lain. Nasihatnya: sesekali ikut duduk dan makan, jangan hanya melayani.
Kegiatan yang selaras dengan pekan ini
Secara tradisi, pekan ini cocok untuk berkumpul dengan keluarga besar, membersihkan rumah, menyiapkan hidangan istimewa, dan mengunjungi orang tua. Suasana mudik yang dikenal orang Indonesia saat Lebaran terasa sepadan dengan semangatnya.
Bagi yang jauh dari kampung, panggilan video dengan keluarga pun bisa menghadirkan rasa yang sama. Tradisi hidup karena kita menyesuaikannya dengan zaman.
Galungan bagi pembaca yang bukan orang Bali
Kamu tidak perlu memeluk tradisi Bali untuk menikmati ceritanya. Pelajari saja bagaimana sebuah masyarakat menata waktu agar ada saat khusus untuk rumah, leluhur, dan sesama. Itu ide yang bisa dihargai siapa saja.
Dan bila suatu hari berkunjung ke Bali pada pekan ini, perhatikan penjor di setiap gang. Berfoto boleh, tetapi tetaplah sopan di dekat pura dan tempat upacara.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa Galungan datang setiap 210 hari?
Karena pawukon berputar dalam 210 hari, bukan setahun Masehi. Itu sebabnya Galungan terjadi sekitar dua kali dalam satu tahun Masehi.
Apakah orang Jawa merayakan Galungan?
Bukan sebagai hari raya. Di Jawa, Galungan hanya dikenal sebagai nama salah satu wuku dalam primbon.
Apa itu penjor?
Penjor adalah bambu panjang yang melengkung dan dihias janur serta hasil bumi, dipasang di depan rumah di Bali saat Galungan.