Di artikel ini
Apa itu pawukon
Pawukon adalah penanggalan yang tidak mengikuti Bulan maupun Matahari. Ia hanya menghitung hari dalam putaran tertentu. Tiga puluh wuku, masing-masing tujuh hari, membentuk satu siklus sepanjang 210 hari. Setelah wuku terakhir selesai, putaran kembali ke awal tanpa jeda.
Setiap wuku dimulai pada hari Minggu dan berakhir pada hari Sabtu. Wuku pertama, Sinta, selalu dimulai pada Minggu Pahing. Dari titik itu semua wuku lain tinggal dihitung berurutan, sehingga siapa pun bisa memastikan wuku tanggal berapa pun dengan berhitung biasa.
Akar Jawa dan Bali
Sistem ini sangat tua dan dipakai di Jawa maupun Bali, dengan penekanan yang berbeda. Di Jawa wuku menjadi bagian dari primbon, kitab hitungan hari yang diwariskan lintas generasi. Di Bali ia membentuk dasar hari raya, sehingga Galungan dan Kuningan jatuh pada wuku tertentu setiap 210 hari.
Nama-nama wuku dan para dewa pengampunya mengandung jejak budaya Hindu-Buddha yang bertemu dengan kebiasaan lokal. Karena diturunkan lewat naskah dan tutur, daftar rincian bisa sedikit berbeda dari satu sumber ke sumber lain.
Cerita Watugunung dalam ringkas
Dalam kisah yang diceritakan turun-temurun, Watugunung adalah raja sakti yang kemudian dikalahkan lewat sebuah tantangan oleh dewa. Tiga puluh wuku disebut bermula dari tokoh-tokoh dalam cerita itu: sang raja, istri-istrinya, dan anak-anaknya. Karena itu Sinta dan Landep berada di urutan awal, dan Watugunung menutup siklus.
Kisah ini hadir dalam beberapa versi, ada yang dibawakan di wayang dan ada yang tertulis dalam lontar. Anggaplah ia dongeng pembuka yang membantu mengingat urutan nama.
Wuku dalam primbon
Primbon menghubungkan tiap wuku dengan watak orang yang lahir di dalamnya, dengan pertimbangan hari yang dianggap cocok untuk hajatan, serta dengan saat yang baik untuk selamatan. Ada yang mencatat dewa pengampu, ada pula yang menyebut pohon, burung, dan bangunan simbolis untuk tiap wuku.
Semua itu bagian dari warisan budaya yang menarik untuk dikenal. Ia bukan ramalan, dan tidak ada wuku yang dianggap membawa nasib baik atau buruk secara pasti.
Membaca tabel di atas
Baris pertama menunjukkan wuku yang sedang berlangsung hari ini, lengkap dengan tanggal mulai dan akhirnya. Baris-baris di bawahnya memuat wuku berikutnya beserta tanggal mulainya, jadi kamu bisa melihat kapan wuku tertentu datang lagi.
Klik nama wuku untuk membaca halaman khususnya. Di sana ada urutan, dewa pengampu yang umum disebut, watak lahir menurut primbon, dan catatan ringan tentang kegiatan yang biasa dihubungkan dengannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa wuku berganti setiap Minggu?
Karena menurut hitungan pawukon, pekan dimulai pada hari Minggu. Setiap tujuh hari wuku bergeser ke nama berikutnya.
Bagaimana cara tahu wuku kelahiranku?
Cari tanggal lahirmu dalam siklus 210 hari, atau lihat tabel dan hitung mundur dari wuku yang sedang berjalan. Wuku kelahiran akan kembali setiap 210 hari.
Apa bedanya wuku dengan weton?
Weton memadukan hari tujuh dengan pasaran lima dalam siklus 35 hari. Wuku adalah pekan bernama dalam siklus 210 hari. Keduanya sering dibaca bersama dalam primbon.
Apakah wuku menentukan nasib seseorang?
Tidak. Wuku adalah bagian dari tradisi dan bahan renungan. Perjalanan hidup tetap dibentuk oleh pilihan, usaha, dan keadaan nyata yang kamu hadapi.