Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Ramalan Hari Ini: Zodiak, Shio, Weton dan Hari Baik
  3. Wuku Gumbreg: cahaya bulan, kelembutan, dan seni

Wuku Gumbreg: cahaya bulan, kelembutan, dan seni

Gumbreg adalah wuku keenam yang dilekatkan pada keindahan, seni, dan perasaan halus, dengan Bulan sebagai simbolnya.

Urutan6 dari 30 wukuDewa pengampuBatara Candra (menurut sebagian naskah)Citra utamaCahaya Bulan, kelembutan, dan seniAwal pekanHari Minggu

Hari ini · Selasa, 27 Oktober 2026

Wuku Gumbreg

Berikutnya dimulai Minggu, 06 Desember 2026

Wuku ini berlaku Minggu, 06 Desember 2026 sampai Sabtu, 12 Desember 2026.

Wuku ke-6 dari 30. Siklus pawukon berulang setiap 210 hari, jadi wuku ini datang lagi mulai Minggu, 04 Juli 2027.

Wuku hari ini

Bacaan ini dihitung dari tanggal dengan aturan tradisional, untuk renungan dan hiburan, bukan ramalan.

Di artikel ini
  1. Wuku keenam dan kesan keindahannya
  2. Sifat khas kelahiran Gumbreg
  3. Gumbreg dalam kisah dan simbol
  4. Yang lazim dilakukan di Gumbreg
  5. Merawat perasaan di tengah keseharian

Wuku keenam dan kesan keindahannya

Gumbreg menempati urutan 6 dari 30. Batara Candra, dewa Bulan, kerap disebut sebagai pengampunya, sehingga wuku ini identik dengan cahaya lembut dan perasaan yang halus. Seperti wuku lain, catatan dewa bisa berbeda antarnaskah.

Bagian pohon dan burung tidak kuuraikan karena sumber saling bertentangan. Biarlah kesan Bulan yang menjadi gambaran pokoknya.

Sifat khas kelahiran Gumbreg

Orang Gumbreg dilukiskan penuh perasaan, peka terhadap keindahan, dan mudah tersentuh oleh musik atau puisi. Ia biasanya punya selera estetika yang baik, entah lewat cara menata ruang, memilih baju, ataupun menulis catatan harian.

Kelemahannya yang disebut adalah suasana hati yang naik turun seperti pasang surut. Latihan sederhana seperti jalan kaki sore atau menulis bisa menjadi tali penenang yang membantunya.

Gumbreg dalam kisah dan simbol

Gumbreg juga termasuk anak dalam cerita Watugunung. Tidak ada kisah tersendiri baginya, tetapi nuansa Bulan membuat wuku ini sering muncul dalam percakapan tentang seni pertunjukan dan tembang.

Hubungan dengan Bulan menarik karena orang Jawa memang akrab dengan malam purnama, ketika anak-anak bermain di halaman dan para orang tua bercerita.

Yang lazim dilakukan di Gumbreg

Menurut tradisi, pekan ini baik untuk berkarya: melukis, menjahit, menulis, atau berlatih musik. Pernikahan dan acara adat yang menekankan keindahan juga sering dikaitkan dengan wuku yang bernuansa lembut seperti ini.

Untuk pertengkaran dan perdebatan panjang, tradisi menyarankan menunda. Itu bukan ancaman, hanya nasihat agar suasana halus tak terganggu bila bisa dihindari.

Merawat perasaan di tengah keseharian

Perasaan halus perlu ruang. Cobalah menyalakan lampu temaram saat malam, menyeduh teh, lalu menulis tiga hal yang kamu syukuri hari itu. Kebiasaan kecil seperti ini membantu menjaga suasana hati tetap seimbang.

Jika ada rasa yang sulit dijelaskan, tidak apa-apa. Bicarakan dengan teman dekat atau konselor bila terasa berat, karena tradisi hanya memberi cermin, bukan pengganti bantuan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa itu Candra?

Dalam tradisi Jawa dan Bali, Candra adalah sebutan untuk dewa Bulan. Nama ini juga lazim dipakai sebagai nama orang.

Apakah orang Gumbreg harus jadi seniman?

Tidak. Itu hanya kecenderungan citra. Banyak orang yang bekerja di bidang apa saja, dan tetap menyukai keindahan di sela hari.

Apakah Gumbreg sama dengan fase Bulan?

Tidak. Pawukon tidak mengikuti Bulan. Kaitan dengan Bulan di sini sebatas simbol dewa pengampu.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X