Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Ramalan Hari Ini: Zodiak, Shio, Weton dan Hari Baik
  3. Wuku Kuningan: warna kuning, penutup perayaan, dan rasa syukur

Wuku Kuningan: warna kuning, penutup perayaan, dan rasa syukur

Kuningan adalah wuku kedua belas yang mengikuti Galungan. Di Bali, pekan ini menutup rangkaian perayaan dengan nuansa kuning keemasan.

Urutan12 dari 30 wukuDewa pengampuBatara Indra (menurut sebagian naskah)Citra utamaWarna kuning, penutup perayaan, dan rasa syukurAwal pekanHari Minggu

Hari ini · Selasa, 27 Oktober 2026

Wuku Kuningan

Berikutnya dimulai Minggu, 17 Januari 2027

Wuku ini berlaku Minggu, 17 Januari 2027 sampai Sabtu, 23 Januari 2027.

Wuku ke-12 dari 30. Siklus pawukon berulang setiap 210 hari, jadi wuku ini datang lagi mulai Minggu, 15 Agustus 2027.

Wuku hari ini

Bacaan ini dihitung dari tanggal dengan aturan tradisional, untuk renungan dan hiburan, bukan ramalan.

Di artikel ini
  1. Pekan penutup perayaan
  2. Warna kuning dan nasi kuning
  3. Gambaran watak orang Kuningan
  4. Kegiatan yang disarankan secara ringan
  5. Mengatur ritme dengan dua wuku berurutan

Pekan penutup perayaan

Kuningan berada di urutan 12 dari 30 wuku, tepat setelah Galungan. Hari Kuningan di Bali jatuh pada hari Sabtu dalam pekan ini, sepuluh hari setelah Galungan. Karena itu banyak orang melihat keduanya sebagai satu rangkaian: pembuka dan penutup.

Batara Indra sering disebut sebagai dewa pengampu, tetapi ejaan dan nama dewa dapat berbeda antarnaskah. Atribut lain tidak kutuliskan agar tidak keliru.

Warna kuning dan nasi kuning

Nama wuku ini mudah dikaitkan dengan warna kuning, dan di Bali nasi kuning memang menjadi bagian sajian. Warna itu dalam banyak budaya Nusantara melambangkan kemakmuran dan rasa syukur, jadi tidak aneh bila kesannya hangat.

Di Jawa, nasi kuning juga tersaji pada syukuran dan tumpengan. Dua daerah, dua tradisi, tetapi piring kuning yang sama menandai saat yang pantas dirayakan.

Gambaran watak orang Kuningan

Primbon menggambarkan orang Kuningan sebagai pribadi yang tahu bersyukur, sabar, dan setia pada rutinitas. Ia biasanya menjadi orang yang mengingatkan teman untuk berterima kasih kepada yang telah membantu.

Sisi lainnya, ia dapat terlalu menahan diri dan sungkan mengungkapkan keinginan. Tradisi menyarankan agar ia berlatih mengatakan apa yang dibutuhkan dengan kalimat sederhana.

Kegiatan yang disarankan secara ringan

Pekan ini dikaitkan dengan menutup urusan, menyelesaikan pekerjaan yang menggantung, membuat tumpeng kecil untuk keluarga, dan menulis ucapan terima kasih. Ia terasa seperti hari terakhir proyek besar, ketika semua orang saling menepuk bahu.

Jika kamu tak punya urusan yang perlu ditutup, ambil waktu untuk bersantai. Tidak semua pekan harus produktif.

Mengatur ritme dengan dua wuku berurutan

Galungan dan Kuningan bersama-sama mengajarkan ritme sederhana: bersiap, merayakan, lalu menutup dengan syukur. Pola ini dapat dipakai dalam proyek kantor, rencana kuliah, atau bahkan renovasi rumah.

Cobalah menandai kalender dengan tiga fase itu pada target pribadimu, lalu lihat apakah terasa lebih mudah dijalani.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Kuningan selalu jatuh pada hari Sabtu?

Dalam perayaan di Bali, ya, hari rayanya jatuh pada Sabtu di wuku Kuningan, sepuluh hari setelah Galungan.

Mengapa warna kuning penting?

Kuning dalam banyak budaya melambangkan kemakmuran dan rasa syukur. Maknanya bisa berbeda tergantung daerah dan tradisi.

Apakah wuku Kuningan bisa dibaca terpisah dari Galungan?

Bisa. Dalam primbon Jawa, tiap wuku punya wataknya sendiri, meski banyak orang senang membacanya berpasangan.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X