Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Ramalan Hari Ini: Zodiak, Shio, Weton dan Hari Baik
  3. Wuku Kurantil: kuat bertahan, kehati-hatian, dan hidup sederhana

Wuku Kurantil: kuat bertahan, kehati-hatian, dan hidup sederhana

Kurantil adalah wuku keempat, yang dalam tutur lama dilekatkan pada kegigihan dan kemampuan bertahan di tengah keadaan yang tidak mudah.

Urutan4 dari 30 wukuDewa pengampuBatara Langsur (menurut sebagian naskah)Citra utamaKuat bertahan, kehati-hatian, dan hidup sederhanaAwal pekanHari Minggu

Hari ini · Selasa, 27 Oktober 2026

Wuku Kurantil

Berikutnya dimulai Minggu, 22 November 2026

Wuku ini berlaku Minggu, 22 November 2026 sampai Sabtu, 28 November 2026.

Wuku ke-4 dari 30. Siklus pawukon berulang setiap 210 hari, jadi wuku ini datang lagi mulai Minggu, 20 Juni 2027.

Wuku hari ini

Bacaan ini dihitung dari tanggal dengan aturan tradisional, untuk renungan dan hiburan, bukan ramalan.

Di artikel ini
  1. Mengenal wuku keempat
  2. Gambaran watak kelahiran
  3. Kurantil dalam kisah besar
  4. Kegiatan yang disarankan secara ringan
  5. Kesederhanaan yang tidak membosankan

Mengenal wuku keempat

Kurantil berada di urutan 4 dari 30. Batara Langsur sering dicatat sebagai dewa pengampunya, walau sebagian daftar menuliskan nama lain. Soal atribut tambahan seperti pohon dan burung, sumber-sumber terlalu beragam, jadi aku tidak memastikannya.

Dibandingkan wuku-wuku di awal siklus yang penuh simbol besar seperti ibu atau gunung, Kurantil terasa lebih bersahaja. Maknanya lebih ke kehidupan sehari-hari yang dijalani dengan hati-hati.

Gambaran watak kelahiran

Orang Kurantil dalam primbon digambarkan sebagai pekerja gigih yang tidak banyak mengeluh. Ia biasanya hemat bicara, pelan tetapi pasti, dan memilih menyelesaikan satu urusan sampai tuntas sebelum membuka urusan lain.

Kekurangannya, ia kadang terlalu waspada hingga ragu mengambil peluang. Primbon mengibaratkannya orang yang menimbang tiga kali sebelum melangkah, padahal jembatannya sudah cukup kokoh.

Kurantil dalam kisah besar

Seperti sebagian besar wuku dari urutan tengah, Kurantil dikenal sebagai nama salah satu anak dalam kisah keluarga Watugunung. Tidak ada episode khusus yang ditujukan padanya, sehingga maknanya lebih banyak tumbuh lewat tutur masyarakat.

Dari sudut pandang budaya, ini menarik: sebuah nama bisa hidup lama hanya karena dipakai berulang untuk menandai waktu. Siapa pun yang pernah mengingat ulang tahun nenek lewat penanggalan lama akan paham rasanya.

Kegiatan yang disarankan secara ringan

Primbon biasanya menyebut wuku ini baik untuk menabung, merapikan keuangan rumah tangga, dan merawat barang agar awet. Cocok juga untuk membuat anggaran kecil bagi kebutuhan keluarga yang belum mendesak.

Untuk pesta besar atau pengeluaran mewah, orang tua dahulu menyarankan menunggu. Anggap ini sebagai kebijaksanaan hemat, bukan larangan bersenang-senang. Merayakan secukupnya tetap sah.

Kesederhanaan yang tidak membosankan

Hidup hemat tidak berarti kehilangan kesenangan. Orang Kurantil yang bijak biasanya pandai mencari kebahagiaan murah: bubur ayam di pagi akhir pekan, obrolan di teras, atau sepeda sore keliling kompleks.

Kalau wuku ini mengingatkanmu pada kebiasaan itu, nikmatilah. Kadang kehangatan paling tahan lama justru lahir dari hal yang tidak mahal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Kurantil itu nama tumbuhan?

Dalam pawukon ia adalah nama pekan. Ada yang mengaitkannya dengan bahasa tertentu, tetapi arti persisnya berbeda menurut sumber.

Apakah orang Kurantil pasti pelit?

Tidak. Primbon hanya menggambarkan kecenderungan hati-hati. Murah hati atau tidaknya seseorang tetap soal pribadi.

Apa gunanya mengetahui wuku kelahiran?

Bagi banyak orang, ini sekadar cara menyambung diri dengan tradisi keluarga dan bahan obrolan hangat bersama orang tua.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X