Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Ramalan Hari Ini: Zodiak, Shio, Weton dan Hari Baik
  3. Wuku Landep: ketajaman, pusaka, dan pikiran yang diasah

Wuku Landep: ketajaman, pusaka, dan pikiran yang diasah

Landep berarti tajam. Wuku kedua ini identik dengan ketajaman pikiran dan perhatian pada benda tajam yang dirawat turun-temurun.

Urutan2 dari 30 wukuDewa pengampuBatara Mahadewa (menurut sebagian naskah)Citra utamaKetajaman, pusaka, dan pikiran yang diasahAwal pekanHari Minggu

Hari ini · Selasa, 27 Oktober 2026

Wuku Landep

Berikutnya dimulai Minggu, 08 November 2026

Wuku ini berlaku Minggu, 08 November 2026 sampai Sabtu, 14 November 2026.

Wuku ke-2 dari 30. Siklus pawukon berulang setiap 210 hari, jadi wuku ini datang lagi mulai Minggu, 06 Juni 2027.

Wuku hari ini

Bacaan ini dihitung dari tanggal dengan aturan tradisional, untuk renungan dan hiburan, bukan ramalan.

Di artikel ini
  1. Wuku kedua dan arti namanya
  2. Landep dan tradisi merawat pusaka
  3. Watak orang yang lahir di Landep
  4. Cocok untuk apa, hati-hati untuk apa
  5. Menajamkan diri tanpa melukai

Wuku kedua dan arti namanya

Landep berada di urutan 2 dari 30 wuku. Kata landep dalam bahasa Jawa berarti tajam atau runcing, dan maknanya meluas menjadi tajam pikiran serta tajam perasaan. Banyak primbon mengaitkannya dengan Batara Mahadewa sebagai dewa pengampu, meski ada naskah yang menyebut nama lain.

Soal pohon, burung, dan gedhong simbolisnya, sumber saling berbeda cukup jauh. Karena tidak ingin menyesatkan, bagian itu kulewati dan kutulis hanya yang paling umum, yaitu urutan serta dewanya.

Landep dan tradisi merawat pusaka

Di Bali, hari Tumpek Landep jatuh pada Sabtu di wuku ini. Umat Hindu Bali memanfaatkannya untuk menghormati peralatan dari logam, mulai dari keris hingga kendaraan dan perkakas kerja, yang diberi sesajen sederhana sebagai tanda syukur.

Di Jawa, suasananya terasa lewat tradisi jamasan pusaka yang biasanya dilakukan pada bulan tertentu. Jadi meski cara dan waktunya berbeda, rasa hormat pada benda yang menemani kerja sehari-hari terasa sama.

Watak orang yang lahir di Landep

Primbon menggambarkan orang Landep sebagai pribadi tajam, cepat menangkap maksud, dan teliti terhadap detail. Ia sering menjadi orang yang melihat salah ketik di dokumen sebelum yang lain, atau menyadari ada kejanggalan dalam rencana.

Kelemahan yang dicatat adalah lidah yang kadang setajam pikirannya. Nasihatnya sederhana: tajam boleh, melukai jangan. Sebilah pisau paling berguna ketika ia berada di tangan yang tenang.

Cocok untuk apa, hati-hati untuk apa

Tradisi menilai wuku ini baik untuk belajar, mengasah keterampilan, atau memperbaiki peralatan. Pelajar dan perajin sering disebut selaras dengannya. Mengikuti kursus, merapikan berkas, dan memeriksa ulang pekerjaan adalah contoh kegiatan yang sejalan.

Sebagai catatan, orang tua dulu mengingatkan agar tidak mengambil keputusan saat marah di wuku ini, sebab kata-kata mudah menusuk. Cukup dibaca sebagai nasihat bijak tentang emosi.

Menajamkan diri tanpa melukai

Cara modern menghormati Landep mungkin bukan dengan keris, melainkan dengan merawat alat kerjamu: membersihkan laptop, mengasah pisau dapur, atau merapikan kotak perkakas yang berantakan. Benda yang terawat membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

Sambil melakukannya, tanyakan pada diri sendiri satu hal sederhana: keterampilan apa yang ingin kuasah dalam tiga bulan ke depan? Tuliskan di kertas kecil dan tempel di meja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Tumpek Landep?

Itu perayaan di Bali pada hari Sabtu dalam wuku Landep, saat orang berterima kasih atas benda-benda logam yang dipakai sehari-hari.

Apakah wuku Landep cocok untuk ujian?

Tradisi menyebutnya cocok bagi yang mengasah ilmu. Tetap saja, persiapan yang cukup jauh lebih menentukan daripada hitungan hari.

Mengapa dewa pengampunya tidak sama di semua sumber?

Karena daftar ini diwariskan lewat naskah salinan dan tutur lisan. Setiap daerah dan penyalin memberi sedikit variasi.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X