Di artikel ini
Wuku kesepuluh yang terbalik
Sungsang berada di urutan 10 dari 30 wuku. Kata sungsang berarti terbalik atau berlawanan, dan sebagian penafsir menganggapnya penanda pergantian arah. Banyak daftar menuliskan Batara Gana sebagai dewa pengampu, tetapi beberapa memakai nama lain.
Bagian pohon dan burung tidak kutuliskan karena banyak versi. Kesan perubahan arah inilah pegangan utamanya.
Hari-hari di sekitar Galungan
Di Bali, Sungsang adalah wuku tempat berlangsungnya rangkaian persiapan sebelum Galungan, termasuk Sugihan dan pembersihan lahir batin. Bagi umat Hindu setempat, itu masa penting yang diisi dengan doa dan gotong royong.
Karena aku tidak menulis soal keyakinan agama, cukup kucatat bahwa wuku ini memiliki suasana persiapan yang kental di pulau tersebut.
Watak orang Sungsang
Primbon menggambarkan orang Sungsang sebagai pribadi yang berani berbeda dari arus, suka mencoba cara yang tidak lazim, dan tidak mudah ikut-ikutan. Ia kadang tampak nyentrik, tetapi sering menemukan solusi dari sudut yang tak terpikir orang lain.
Tantangannya adalah menjaga agar kebiasaan melawan arus tidak berubah menjadi sekadar membantah. Cermin yang baik: apakah aku berbeda karena yakin, atau hanya karena ingin menonjol?
Aktivitas ringan di pekan Sungsang
Tradisi menyarankan wuku ini untuk bersih-bersih, membereskan hal yang tertunda, atau mengubah kebiasaan lama. Misalnya mengganti rute berangkat kerja atau menata ulang jadwal harian.
Soal urusan besar yang menuntut kepastian, ada yang lebih nyaman menimbang dengan hati-hati. Seperti biasa, ini nasihat bukan larangan.
Mencoba arah lain dengan tenang
Kalau kamu merasa hidup berjalan di rel yang sama, wuku ini boleh dijadikan alasan lucu untuk mencoba hal berbeda. Pilih warung baru untuk makan siang, dengarkan jenis musik yang jarang kamu putar, atau ajak kenalan di kelas yang tidak biasa.
Perubahan tidak harus besar. Satu langkah terbalik dari kebiasaan biasanya cukup untuk menyegarkan pandangan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Sungsang berarti pertanda buruk?
Tidak. Arti terbalik di sini netral, bahkan dapat dibaca sebagai peluang mencoba sudut pandang baru.
Apa hubungan Sungsang dan Galungan?
Di Bali, rangkaian persiapan menuju Galungan berlangsung pada wuku Sungsang, sedangkan hari rayanya jatuh di wuku berikutnya.
Bagaimana cara orang Jawa memandang wuku ini?
Dalam primbon Jawa, wuku ini dipandang sebagai salah satu dari tiga puluh pekan dengan wataknya masing-masing, tanpa perayaan khas seperti di Bali.