Di artikel ini
Wuku terakhir dan nama tokoh
Watugunung menempati urutan 30 dari 30. Setelah pekan ini usai, siklus kembali ke Sinta pada hari Minggu Pahing. Nama Watugunung berarti batu gunung, dan sekaligus menjadi nama tokoh raja sakti dalam kisah yang menjadi asal penamaan seluruh wuku.
Daftar dewa pengampu untuk wuku ini beragam di berbagai naskah, jadi aku tidak memastikan satu nama. Atribut pohon dan burung pun tidak kucantumkan.
Kisah yang menjadi pangkal
Dalam tutur lama, Watugunung adalah putra yang tumbuh menjadi raja sakti dan tak terkalahkan, hingga akhirnya ditaklukkan lewat sebuah teka-teki oleh dewa. Kisah ini punya banyak versi dan sering dibawakan dalam pertunjukan serta ditulis di lontar.
Nama-nama wuku berasal dari tokoh dalam cerita itu, dan Watugunung sebagai tokoh sentral menempati posisi penutup. Cerita ini kuringkas saja, sebab detailnya bervariasi.
Watak orang Watugunung
Primbon menggambarkan mereka kuat, berpendirian, dan punya kemampuan besar. Ia sering terlihat percaya diri dan dipandang sebagai pemimpin alami di lingkungannya.
Kelemahan yang dicatat adalah rasa bangga yang berlebihan. Pelajaran dari kisah Watugunung adalah kekuatan besar tetap perlu disertai kerendahan hati.
Penutup dan awal baru
Di Bali, hari Sabtu pada pekan ini dikenal sebagai Hari Saraswati, hari yang dikaitkan dengan ilmu pengetahuan. Buku dan lontar dihias, dan kegiatan belajar dihormati.
Aku menceritakannya sebagai budaya yang indah dikenal. Bagi pembaca umum, ide menutup siklus dengan penghargaan pada ilmu sangat menyentuh.
Merayakan akhir putaran
Setelah 210 hari, putaran pawukon selesai dan berulang. Kamu bisa menjadikannya penanda pribadi: tuliskan tiga hal yang kamu pelajari sejak wuku Sinta terakhir.
Lalu tuliskan tiga hal yang ingin kamu coba pada putaran berikutnya. Cara sederhana untuk berhenti sejenak dan menimbang arah.
Cerita penutup untuk diingat
Salah satu hal paling menarik dari pawukon adalah bagaimana sebuah cerita menjadi struktur waktu. Dengan menghafal nama wuku, orang zaman dulu sekaligus mengingat kisah keluarga raja dan para dewa. Waktu dan cerita berjalan beriringan.
Mungkin itu sebabnya wuku terasa hangat bagi mereka yang menyukainya: setiap pekan membawa satu nama yang punya cerita.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Watugunung pernah ada sebagai tokoh sejarah?
Tidak ada bukti sejarah. Ia adalah tokoh dalam cerita turun-temurun.
Apa yang terjadi setelah wuku Watugunung?
Siklus kembali ke wuku Sinta, dimulai pada hari Minggu Pahing, dan seluruh urutan berulang.
Apa yang dimaksud Hari Saraswati?
Itu hari di Bali yang dikaitkan dengan ilmu pengetahuan dan jatuh pada hari Sabtu di wuku ini, setiap 210 hari.