Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Arti Kedutan
  3. Kedutan hidung: kata tradisi, kata tubuh, dan cara menikmatinya

Kedutan hidung: kata tradisi, kata tubuh, dan cara menikmatinya

Ujung hidungmu bergetar tipis ketika kamu sedang bekerja atau berkendara. Aku ajak kamu mengintip cerita Jawa tentangnya sambil tetap berpijak pada penjelasan yang paling biasa.

BagianHidung, termasuk cuping dan ujungnyaTradisiPrimbon Jawa dan tuturan keluargaTema tafsirKabar, tamu, dan harga diriCatatanBukan ramalan, bacaan berbeda-beda
Di artikel ini
  1. Hidung dalam kosakata budaya kita
  2. Cerita yang menyenangkan dan yang jadi nasihat
  3. Yang bisa kamu lakukan hari ini
  4. Mengapa hidung bisa berkedut
  5. Sedikit tentang pantangan lisan
  6. Hidung dan ingatan aroma

Hidung dalam kosakata budaya kita

Kita punya banyak ungkapan tentang hidung: tinggi hati, mancung hidungnya, atau hidung belang. Tidak mengherankan bila kedutan di area ini dikaitkan dengan martabat dan hubungan dengan orang lain. Dalam tuturan yang kudengar, hidung berkedut bisa berarti akan ada tamu, ada pembicaraan tentang diri kita, atau pengingat agar tidak menyombongkan diri.

Kitab-kitabnya berbeda, ada yang membedakan cuping kanan dan kiri, ada yang tidak. Aku tidak merinci di sini karena tidak ada kesepakatan yang bisa kupegang.

Cerita yang menyenangkan dan yang jadi nasihat

Versi menyenangkan: tamu yang kamu sukai akan datang, atau kamu mendapat pujian kecil dari orang sekitar. Mirip suasana saat tetangga mampir membawa kue sehari sebelum Lebaran.

Versi nasihat: kurangi pamer di media sosial dan rendahkan hati. Menurutku, ini nasihat bagus tanpa perlu kedutan apa pun.

Yang bisa kamu lakukan hari ini

Rapikan ruang tamu atau meja kerja seperlunya, siapa tahu ada yang berkunjung. Sambil membereskan, tanyakan pada diri sendiri apakah ada keberhasilan yang perlu kamu syukuri dengan tenang, tanpa harus diumumkan.

Kalau tidak ada tamu, kamu tetap mendapat meja yang bersih. Untung dua kali.

Mengapa hidung bisa berkedut

Kedutan ringan di hidung kadang muncul saat tubuh letih, pilek, alergi debu, atau udara kering di ruangan ber-AC. Kafein, stres, dan kurang tidur ikut berperan. Mengusap hidung terlalu sering saat flu juga bisa membuat area itu sensitif.

Biasanya cepat reda. Bila berlangsung lama, bersamaan dengan keluhan lain di wajah, atau mengganggu pernapasan, tanyakan ke dokter. Aku tidak memberi diagnosis atau pengobatan.

Sedikit tentang pantangan lisan

Kadang orang tua menambahkan larangan kecil seperti jangan membicarakan kedutan di tempat ramai. Anggap itu cara orang dulu menjaga sopan santun, bukan aturan yang wajib dipatuhi. Kita boleh bercerita santai asal tidak menakut-nakuti siapa pun.

Hidung dan ingatan aroma

Hidung membawa ingatan: aroma nasi hangat, hujan pertama, atau masakan ibu bisa tiba-tiba membuat kita rindu rumah. Mungkin karena itu hidung terasa dekat dengan kenangan. Kalau hidungmu berdenyut dan pikiran melayang ke masa kecil, hargai saja momen itu sebagai selingan hangat di tengah hari yang sibuk.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti hidung berkedut menurut primbon?

Biasanya dikaitkan dengan tamu, kabar, atau pengingat agar rendah hati. Isinya berbeda-beda antarpenutur.

Apakah cuping kanan dan kiri berbeda?

Sebagian sumber membedakan, sebagian tidak. Tidak ada acuan tunggal.

Kenapa hidung berkedut waktu pilek?

Iritasi, alergi, atau udara kering bisa membuat hidung terasa geli dan bergetar. Kalau mengganggu napas, periksakan ke dokter.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi