Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Batu Kristal
  3. Krisokola: biru kehijauan dari mineral tembaga

Krisokola: biru kehijauan dari mineral tembaga

Krisokola terlihat seperti peta dunia mungil berwarna biru dan hijau. Warnanya cantik, tetapi karena mengandung tembaga, ia perlu perlakuan yang sedikit lebih hati-hati.

WarnaBiru hingga biru kehijauan, kadang dengan hijau atau cokelatKekerasan MohsSekitar 2 sampai 4 (lebih keras bila bercampur kuarsa)Kelompok mineralSilikat tembaga terhidrasiCakra (kepercayaan)Tenggorokan dan hatiKata kunciEkspresi, ketenangan, keseimbangan (simbolik)
Di artikel ini
  1. Mineral yang terbentuk dari tembaga
  2. Bentuk yang beredar di pasaran
  3. Pesan yang dilekatkan pada Krisokola
  4. Bedanya dengan turkuois
  5. Keselamatan
  6. Cara membersihkan Krisokola
  7. Cocok untuk siapa
  8. Catatan tentang pembersihan dan penyimpanan
  9. Memadukan dengan warna lain

Mineral yang terbentuk dari tembaga

Krisokola terbentuk di zona lapuk endapan tembaga, sering berdampingan dengan malasit, azurit dan turkuois. Tampilannya halus dan seperti lilin, sering berupa lapisan tipis di atas batu lain. Sumbernya ada di Peru, Amerika Serikat dan Kongo.

Bentuk yang beredar di pasaran

Krisokola murni sangat lunak, sehingga banyak batu perhiasan merupakan krisokola yang bercampur kuarsa (kadang disebut gem silica) dan jauh lebih keras. Jenis campuran ini lebih tahan dan lebih mahal. Pastikan kamu tahu jenis apa yang kamu beli.

Pesan yang dilekatkan pada Krisokola

Dalam budaya kristal, krisokola dikaitkan dengan ungkapan diri yang tenang dan keseimbangan perasaan. Sebagian orang memakainya sebagai pengingat untuk berbicara jujur. Itu simbol pribadi dan bukan terapi emosi.

Bedanya dengan turkuois

Keduanya biru kehijauan dengan urat gelap, sehingga mudah tertukar. Turkuois umumnya lebih keras dan berwarna lebih buram. Tiruan yang dijual sebagai kedua batu ini sering howlite yang dicelup. Tes sederhana: warna celup bisa terhapus dengan kapas beralkohol, tetapi jangan mencobanya tanpa izin.

Keselamatan

Debu tembaga bisa mengiritasi. Jangan mengamplas atau memotong krisokola tanpa masker dan ventilasi. Jangan direndam di air minum. Cuci tangan setelah memegang batu mentah, dan jauhkan dari anak kecil.

Cara membersihkan Krisokola

Karena lunak dan berpori, lap dengan kain kering atau sedikit lembap. Hindari air lama, sabun keras, panas dan minyak. Simpan di kantong kain terpisah.

Cocok untuk siapa

Penyuka warna laut akan menyukai krisokola. Liontin dan anting lebih aman dibanding cincin. Jenis kuarsa-krisokola lebih tahan dipakai harian.

Catatan tentang pembersihan dan penyimpanan

Simpan krisokola di tempat kering, terpisah dari batu yang lebih keras, dan bungkus dengan kain lembut. Jangan menaruhnya di kamar mandi atau dekat wastafel. Bila permukaan kusam, usap dengan kain mikrofiber sedikit lembap dan keringkan segera. Hindari penggunaan minyak atau pelapis dari bahan yang tidak jelas karena dapat mengubah tampilan batu.

Memadukan dengan warna lain

Biru kehijauan krisokola enak dipadu dengan perak, putih dan hitam. Dalam gelang, selingi manik krisokola dengan manik kuarsa bening agar tampilannya ringan. Hindari memadukan terlalu banyak batu lunak dalam satu gelang karena saling bergesekan. Satu liontin krisokola di atas kaus putih sudah cukup menarik tanpa perlu tambahan aksesori.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah krisokola sama dengan turkuois?

Bukan, meski mirip. Turkuois biasanya lebih keras.

Apakah berbahaya?

Dipegang aman, tetapi debunya sebaiknya tidak dihirup.

Mengapa ada yang jauh lebih keras?

Karena bercampur kuarsa, kekerasannya meningkat.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi