Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Batu Kristal
  3. Amber: resin pohon purba yang hangat dipandang

Amber: resin pohon purba yang hangat dipandang

Amber bukan mineral. Ia adalah getah pohon yang membatu selama jutaan tahun, kadang menyimpan serangga atau serpihan tumbuhan di dalamnya.

WarnaMadu, emas, oranye, cokelat konyak, kadang hijau atau keruhKekerasan MohsSekitar 2 sampai 2,5Kelompok mineralBukan mineral; resin pohon fosil (organik)Cakra (kepercayaan)Pleksus suryaKata kunciKehangatan, kesabaran, semangat (simbolik)
Di artikel ini
  1. Dari getah menjadi batu
  2. Amber di Indonesia
  3. Makna yang dipercaya
  4. Tes sederhana untuk membedakan
  5. Perawatan
  6. Cara memakainya
  7. Mengapa harganya berbeda jauh

Dari getah menjadi batu

Getah pohon purba mengeras, terkubur dan perlahan berubah menjadi amber. Karena itu ia ringan dan terasa hangat di kulit, tidak dingin seperti batu kebanyakan. Inklusi di dalamnya seperti nyamuk atau daun menjadi potongan waktu yang terawetkan.

Amber di Indonesia

Kita mengenalnya sebagai ambar, dan di Sumatera dan Kalimantan ada resin fosil yang mirip. Pedagang kadang mencampur istilah amber, kopal dan damar, padahal usia dan kekerasannya berbeda. Kopal lebih muda dan lebih lunak, sedangkan amber sejati sudah sangat tua.

Makna yang dipercaya

Warna keemasannya membuat amber dikaitkan dengan kehangatan dan kesabaran dalam kepercayaan kristal. Sebagian orang menyukainya sebagai simbol bahwa hal baik tumbuh pelan-pelan. Ini tafsir budaya, bukan jaminan apa pun, dan tidak dimaksudkan menggantikan perawatan medis.

Tes sederhana untuk membedakan

Banyak yang dijual sebagai amber ternyata plastik atau kopal. Beberapa uji kasar:

  • Dalam air garam jenuh, amber asli cenderung mengapung, plastik biasanya tenggelam.
  • Gosok kain wol, amber ringan menarik serpihan kertas kecil.
  • Tusukan jarum panas pada tempat tersembunyi mengeluarkan aroma resin, bukan plastik terbakar. Lakukan ini hanya bila penjual mengizinkan.

Perawatan

Amber sangat lunak dan peka. Jauhkan dari parfum, semprotan rambut, alkohol, aseton dan pembersih keras. Lap dengan kain lembut sesudah dipakai, simpan terpisah dari batu keras, dan hindari panas berlebih seperti dasbor mobil di siang hari.

Cara memakainya

Amber cocok menjadi manik kalung, liontin atau cincin yang tidak terlalu banyak terkena gesekan. Warnanya yang hangat serasi dengan kulit sawo matang dan pakaian berwarna tanah. Hindari memakainya saat berolahraga atau mencuci.

Mengapa harganya berbeda jauh

Harga amber bergantung pada kejernihan, ukuran, inklusi dan asal. Potongan dengan serangga utuh bisa sangat mahal, sedangkan manik kecil lebih terjangkau. Amber yang dipres dari serpihan disebut amber rekonstruksi dan harganya lebih murah. Itu sah dijual selama dinyatakan jelas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah amber itu batu?

Bukan. Ia resin pohon yang membatu, sehingga tergolong organik.

Apa bedanya amber dengan kopal?

Kopal lebih muda dan lunak. Setetes aseton di tempat tak terlihat melunakkan kopal, tetapi jangan dicoba tanpa izin pemilik.

Aman dipakai sehari-hari?

Bisa sebagai liontin atau manik, tetapi hindari kontak dengan parfum dan benturan.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi