Di artikel ini
Dari getah menjadi batu
Getah pohon purba mengeras, terkubur dan perlahan berubah menjadi amber. Karena itu ia ringan dan terasa hangat di kulit, tidak dingin seperti batu kebanyakan. Inklusi di dalamnya seperti nyamuk atau daun menjadi potongan waktu yang terawetkan.
Amber di Indonesia
Kita mengenalnya sebagai ambar, dan di Sumatera dan Kalimantan ada resin fosil yang mirip. Pedagang kadang mencampur istilah amber, kopal dan damar, padahal usia dan kekerasannya berbeda. Kopal lebih muda dan lebih lunak, sedangkan amber sejati sudah sangat tua.
Makna yang dipercaya
Warna keemasannya membuat amber dikaitkan dengan kehangatan dan kesabaran dalam kepercayaan kristal. Sebagian orang menyukainya sebagai simbol bahwa hal baik tumbuh pelan-pelan. Ini tafsir budaya, bukan jaminan apa pun, dan tidak dimaksudkan menggantikan perawatan medis.
Tes sederhana untuk membedakan
Banyak yang dijual sebagai amber ternyata plastik atau kopal. Beberapa uji kasar:
- Dalam air garam jenuh, amber asli cenderung mengapung, plastik biasanya tenggelam.
- Gosok kain wol, amber ringan menarik serpihan kertas kecil.
- Tusukan jarum panas pada tempat tersembunyi mengeluarkan aroma resin, bukan plastik terbakar. Lakukan ini hanya bila penjual mengizinkan.
Perawatan
Amber sangat lunak dan peka. Jauhkan dari parfum, semprotan rambut, alkohol, aseton dan pembersih keras. Lap dengan kain lembut sesudah dipakai, simpan terpisah dari batu keras, dan hindari panas berlebih seperti dasbor mobil di siang hari.
Cara memakainya
Amber cocok menjadi manik kalung, liontin atau cincin yang tidak terlalu banyak terkena gesekan. Warnanya yang hangat serasi dengan kulit sawo matang dan pakaian berwarna tanah. Hindari memakainya saat berolahraga atau mencuci.
Mengapa harganya berbeda jauh
Harga amber bergantung pada kejernihan, ukuran, inklusi dan asal. Potongan dengan serangga utuh bisa sangat mahal, sedangkan manik kecil lebih terjangkau. Amber yang dipres dari serpihan disebut amber rekonstruksi dan harganya lebih murah. Itu sah dijual selama dinyatakan jelas.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah amber itu batu?
Bukan. Ia resin pohon yang membatu, sehingga tergolong organik.
Apa bedanya amber dengan kopal?
Kopal lebih muda dan lunak. Setetes aseton di tempat tak terlihat melunakkan kopal, tetapi jangan dicoba tanpa izin pemilik.
Aman dipakai sehari-hari?
Bisa sebagai liontin atau manik, tetapi hindari kontak dengan parfum dan benturan.