Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Batu Kristal
  3. Obsidian: kaca hitam dari gunung api yang mengilap seperti cermin

Obsidian: kaca hitam dari gunung api yang mengilap seperti cermin

Hitam pekat, licin, dan memantulkan bayangan samar. Obsidian lahir dari lava yang mendingin begitu cepat sampai tidak sempat membentuk kristal.

WarnaHitam, kadang cokelat, berpita atau berkilauKekerasan MohsSekitar 5 sampai 5,5JenisKaca vulkanik (bukan mineral berkristal)Kata kunci simbolisKejujuran, membumi, melihat sisi gelap diri
Di artikel ini
  1. Lahir dari lava yang cepat dingin
  2. Cermin yang dipercaya mengajak jujur
  3. Tanda obsidian asli
  4. Perawatan dan keselamatan
  5. Cara menikmatinya sehari-hari

Lahir dari lava yang cepat dingin

Saat lava kaya silika menyentuh udara atau air dan membeku mendadak, atomnya terkunci tanpa pola kristal. Hasilnya kaca alami yang pecahannya melengkung dan sangat tajam. Itulah sebabnya manusia purba memakainya sebagai pisau dan mata panah.

Negeri dengan banyak gunung api seperti Indonesia, Meksiko, dan Islandia memiliki endapan obsidian. Tetapi di pasar kristal, sebagian besar stok datang dari Meksiko dan Amerika Serikat.

Cermin yang dipercaya mengajak jujur

Permukaan hitam yang memantul sering dipakai sebagai simbol cermin diri. Dalam budaya kristal, obsidian dimaknai sebagai pengingat untuk jujur pada diri sendiri, termasuk pada hal yang kurang nyaman untuk dilihat.

Bagi aku pribadi, ini lebih cocok sebagai bahan renungan di buku harian. Jangan jadikan pegangan untuk mengambil keputusan besar, terutama soal pekerjaan atau hubungan.

Tanda obsidian asli

Batu alami memiliki pecahan berbentuk cekung seperti kulit kerang dan kadang ada gelembung atau garis alir halus di dalamnya. Obsidian yang sempurna tanpa cacat sama sekali, dengan kilau seperti plastik, bisa jadi kaca botol hitam.

Uji sederhananya: obsidian terasa dingin dan cukup berat untuk ukurannya. Variasi seperti "rainbow" dan "mahogany" juga ada, jadi tidak semua obsidian harus hitam legam.

Perawatan dan keselamatan

Karena berupa kaca, obsidian mudah retak dan pecahannya tajam. Jangan menjatuhkannya ke lantai keramik, dan jika pecah, bersihkan dengan sarung tangan atau sapu, jangan dengan tangan kosong.

Cuci dengan air biasa dan kain lembut. Hindari benturan, perubahan suhu mendadak, dan jangan dipakai sebagai cincin untuk kerja kasar. Untuk anak kecil, pilih bentuk tumbled yang sudah tumpul.

Cara menikmatinya sehari-hari

Bola dan telur obsidian sering dijadikan pajangan di rak buku. Manik bulatnya dipakai untuk gelang, dan potongan datar bisa menjadi alas lilin kecil yang elegan.

Karena warnanya netral, ia cocok bersanding dengan kayu jati atau rotan di ruang tamu. Batu kecil di saku tas pun cukup, asal tidak berbenturan dengan kunci.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah obsidian bisa melukai tangan?

Hanya bila pecah. Potongan yang sudah dipoles aman, tetapi pecahannya tajam sehingga perlu hati-hati.

Apa bedanya obsidian dengan batu onyx?

Obsidian adalah kaca vulkanik, sedangkan onyx adalah kalsedon berpita yang biasanya dicelup hitam.

Bolehkah dibersihkan dengan air garam?

Sebaiknya tidak perlu. Air bersih sudah cukup, dan garam dapat meninggalkan residu pada permukaan yang licin.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi