Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Hujan Meteor
  3. Draconid: biasanya sepi, sesekali jadi badai

Draconid: biasanya sepi, sesekali jadi badai

Draconid adalah hujan meteor yang bisa kamu lewatkan di sembilan tahun dari sepuluh, lalu tiba-tiba memberi kejutan. Tabel di atas menampilkan puncak dalam WIB, dan aku jelaskan kenapa tetap menarik walau dari Indonesia sulit.

AktifSekitar 6 sampai 10 OktoberPuncak biasaSekitar 8 sampai 9 OktoberLaju (ZHR)Sekitar 10, sesekali melonjakIndukKomet 21P/Giacobini–ZinnerTerbaik dariBelahan utara, pada malam hari
Perkiraan puncak Bulan terang Pengamatan
9 Okt 2026 08.00 3% Langit gelap, bagus
9 Okt 2027 14.00 67% Ada cahaya bulan
8 Okt 2028 21.00 79% Bulan terang, kurang baik

Waktu puncak dalam waktu Asia/Jakarta; puncak sebenarnya bisa bergeser beberapa jam. Jam terbaik biasanya lewat tengah malam, jauh dari lampu kota.

Di artikel ini
  1. Yang paling bagus di malam hari
  2. Dua badai yang diingat
  3. Layakkah dikejar yang lemah?
  4. Catatan praktis
  5. Mengapa para pengamat tetap memantau
  6. Cara cerdas mengejar hujan yang tidak pasti
  7. Perbedaan dengan hujan meteor lain
  8. Langit Oktober lainnya

Yang paling bagus di malam hari

Berbeda dengan hampir semua hujan meteor lain, Draconid terbaik dilihat pada senja dan awal malam, bukan menjelang subuh. Radiannya berada di rasi Draco dan di belahan utara tinggi di langit selepas matahari terbenam. Meteornya lambat dan sering terlihat anggun karena Bumi mengejarnya dengan kecepatan relatif rendah.

Dua badai yang diingat

Pada 1933 dan 1946, Draconid menghasilkan badai dengan ribuan meteor per jam yang membuat kota-kota di Eropa dan Amerika heboh. Sejak itu hujannya biasanya jinak, tetapi lonjakan kecil muncul beberapa kali, misalnya pada 2011 dan 2018. Para pengamat selalu menengok prakiraan sebelum Oktober.

Layakkah dikejar yang lemah?

Untuk penonton di Indonesia, jawabannya jujur: tidak untuk dikejar jauh-jauh. Radian di langit utara tampak rendah di bawah Polaris, dan hanya terlihat dengan baik pada senja hingga malam awal. Namun karena Oktober adalah masa peralihan musim, kadang ada malam cerah. Kalau kebetulan kamu sedang di tempat gelap, tidak ada ruginya menengok utara sekejap.

Kalau ada prakiraan lonjakan dari para astronom, barulah layak menyiapkan kamera.

Catatan praktis

  • Waktu terbaik. Sekitar pukul 18.30 sampai 21.00 WIB, ketika radian paling tinggi.
  • Arah. Tatap ke utara, ke arah bintang Polaris yang rendah dari sini.
  • Cahaya bulan. Cek tabel; bulan terang menyapu meteor yang lemah.
  • Cuaca. Oktober kerap berawan di sore hari, terutama di Jakarta, jadi fleksibel saja.

Mengapa para pengamat tetap memantau

Meski jinak, Draconid menarik karena ia mudah berubah. Itu sebabnya astronom amatir di banyak negara menjaganya sejak sore. Sebagian rekan di Eropa bahkan sengaja berkumpul di taman kota hanya untuk memandang lima atau enam meteor yang lambat. Dari Indonesia, kamu bisa mengikuti kabar mereka sambil menikmati senja yang tenang.

Cara cerdas mengejar hujan yang tidak pasti

Daripada begadang tanpa kepastian, pantau laporan para pengamat dunia beberapa hari sebelum 8 Oktober. Kalau mereka memperkirakan lonjakan yang jatuh pada jam senja WIB, barulah kamu mempersiapkan kamera dan tikar. Tanpa kabar itu, cukup nikmati Oktober dengan ngopi sore, mengamati senja, dan menyimpan tenaga untuk Orionid. Strategi ini hemat energi dan tetap menyenangkan.

Perbedaan dengan hujan meteor lain

Sebagian besar hujan meteor makin bagus menjelang subuh, ketika sisi Bumi yang kita tempati menghadap arah gerak orbitnya. Draconid terbalik: karena meteornya lambat dan radiannya tinggi di awal malam, ia bisa dinikmati tanpa begadang. Itu hal langka yang menjadikannya cocok untuk keluarga, terutama jika besok sekolah atau kerja. Tinggal sediakan tempat yang gelap dan sedikit keberuntungan.

Langit Oktober lainnya

Hanya dua pekan setelah Draconid, ada Orionid yang jauh lebih cocok untuk khatulistiwa. Kalau Draconid mengecewakan, simpan energimu untuk yang berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa Draconid terbaik di malam hari?

Karena radian di rasi Draco tinggi di langit utara pada awal malam, bukan menjelang pagi.

Akankah ada lonjakan tahun ini?

Tidak ada yang bisa memastikan. Para astronom biasanya mengumumkan prakiraan beberapa pekan sebelumnya.

Terlihatkah dari belahan selatan?

Sulit. Radian rendah di utara, jadi dari Indonesia hanya sedikit meteor yang terlihat.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi