Langsung ke konten
Menu

Populer

Jelajahi per topik

Terang / gelap
  1. Beranda
  2. Hujan Meteor
  3. Perseid: malam musim panas dan air mata Santo Laurensius

Perseid: malam musim panas dan air mata Santo Laurensius

Bagi banyak orang di belahan utara, Perseid adalah hujan meteor yang paling ditunggu. Dari Indonesia ia lebih halus, tetapi tetap layak dicoba. Tabel di atas menampilkan puncak tahun ini dalam WIB.

AktifSekitar 17 Juli sampai 24 AgustusPuncak biasaSekitar 12 sampai 13 AgustusLaju (ZHR)Sekitar 100IndukKomet 109P/Swift–TuttleTerbaik dariBelahan utara
Perkiraan puncak Bulan terang Pengamatan
13 Agu 2026 09.00 0% Langit gelap, bagus
13 Agu 2027 15.00 86% Bulan terang, kurang baik
12 Agu 2028 21.00 59% Ada cahaya bulan

Waktu puncak dalam waktu Asia/Jakarta; puncak sebenarnya bisa bergeser beberapa jam. Jam terbaik biasanya lewat tengah malam, jauh dari lampu kota.

Di artikel ini
  1. Hujan meteor untuk liburan
  2. Air mata Santo Laurensius
  3. Komet di baliknya
  4. Kenyataan dari Indonesia
  5. Alternatif jika langit tidak bersahabat
  6. Kenapa tetap dimasukkan di daftar
  7. Rencana malammu

Hujan meteor untuk liburan

Di Eropa dan Amerika, Perseid jatuh di tengah liburan musim panas. Malamnya hangat, sekolah libur, dan orang tidur beralas selimut di halaman. Bagi kita, ia jatuh pada pertengahan musim kemarau, sehingga langit cenderung cerah, terutama di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Waktu yang pas untuk piknik malam, ngopi, dan rebahan di rooftop.

Perseid juga terkenal karena banyaknya meteor terang dan bola api yang meninggalkan jejak menetap.

Air mata Santo Laurensius

Orang Eropa abad pertengahan menyadari meteor ini muncul sekitar 10 Agustus, hari peringatan Santo Laurensius, diakon Romawi yang wafat sebagai martir. Garis-garis cahaya itu dijuluki air mata api sang santo. Nama ini cerita rakyat dari tradisi Eropa, dan kita sebut sebagai bagian dari budaya astronomi dunia saja.

Komet di baliknya

Swift–Tuttle adalah komet raksasa dengan inti selebar sekitar 26 kilometer yang mengorbit Matahari setiap 133 tahun, meninggalkan pita debu panjang. Butiran Perseid menghantam atmosfer dengan kecepatan sekitar 59 kilometer per detik.

Kenyataan dari Indonesia

Radian di rasi Perseus berada jauh di utara. Dari Indonesia ia naik cukup tinggi baru setelah tengah malam, dan bahkan saat tertinggi masih lebih rendah daripada yang dilihat orang di Eropa. Jumlah meteor yang tampak karenanya lebih sedikit dari angka ZHR, biasanya cuma beberapa per jam.

Meski begitu, pelan-pelan kamu masih bisa menyaksikan beberapa meteor panjang yang merayap rendah dari utara. Tips: menghadap utara sampai timur laut, dan pilih lokasi gelap yang jauh dari lampu kota.

Alternatif jika langit tidak bersahabat

Kalau awan menutup atau radian terlalu rendah, kamu tidak harus menyerah pada langit. Ikuti siaran langsung pengamatan dari observatorium di negara lain, atau kunjungi planetarium di kotamu untuk menikmati simulasi langit Agustus. Banyak komunitas astronomi juga membuat sesi cerita dan foto bersama. Hujan meteor tetap menyenangkan bahkan ketika kita hanya mendengar pengalaman orang lain.

Kenapa tetap dimasukkan di daftar

Perseid sangat terkenal di dunia, dan tabel di halaman ini memudahkan kamu memeriksa fase bulan pada malam puncak. Walau peluang dari Indonesia lebih kecil, kamu bisa tetap mengikuti euforia global lewat siaran langsung dan foto kiriman pengamat. Siapa tahu, pada malam yang bening di pegunungan, kamu mendapat satu atau dua bola api yang tak terlupakan.

Rencana malammu

  • Mulai setelah sekitar pukul 23.00 WIB. Makin larut, makin tinggi radian.
  • Pilih ufuk utara yang terbuka. Pantai, lapangan, atau kebun teh.
  • Pakai malam-malam sekitar puncak. Hujan ini lebar, jadi malam sebelum dan sesudahnya juga bagus.
  • Ajak teman. Setiap orang melihat meteor yang berbeda, dan teriakan "itu dia!" separuh keseruannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Perseid hujan meteor terbaik?

Paling populer di belahan utara karena cuaca hangat, walaupun Geminid sering punya jumlah lebih tinggi.

Mengapa disebut air mata Santo Laurensius?

Karena puncaknya dekat hari peringatan sang santo pada 10 Agustus, dan garis-garis cahaya itu diibaratkan air matanya.

Berapa banyak meteor yang realistis dari Indonesia?

Angka 100 per jam hanya berlaku di kondisi ideal. Di sini, di bawah langit gelap, harapkan beberapa saja per jam.

Bagikan halaman ini

WhatsApp Facebook Telegram X

Jelajahi lagi