Di artikel ini
Berputar mengelilingi kutub
Radian Ursid berada di rasi Ursa Minor, Beruang Kecil, dekat bintang Kochab. Posisi ini sangat dekat dengan kutub utara langit, sehingga di belahan utara yang tinggi radian itu tidak pernah terbenam. Orang di Eropa utara atau Kanada bisa menyaksikannya sepanjang malam.
Komet yang memproduksinya
Debu Ursid berasal dari komet 8P/Tuttle, komet berperiode sekitar 13 tahun yang ditemukan pada abad ke-18. Hujan ini sudah dikenal para pengamat sejak awal abad ke-20.
Layakkah dikejar dari sini
Jujur saja: dari Indonesia, Ursid hampir tidak mungkin dilihat. Radian ada di langit utara yang sangat rendah, dan di sebagian besar negeri ini bahkan terbenam di bawah ufuk atau tertutup lampu dan bukit. Tambahan lagi, Desember adalah puncak musim hujan, sehingga awan tebal hampir pasti.
Kamu tidak kehilangan apa-apa. Hujan meteor Geminid yang bertepatan di bulan yang sama jauh lebih layak ditonton dari khatulistiwa.
Kalau kamu bepergian ke utara
Jika kamu kebetulan berada di Jepang, Korea, Eropa, atau Amerika Utara pada akhir Desember, ceritanya lain. Berpakaian berlapis, pakai topi dan sarung tangan, dan siapkan termos. Cari tempat gelap, hadap utara, dan beri waktu setidaknya satu jam. Hanya beberapa meteor per jam yang akan tampak, jadi nikmati suasananya dan jangan terlalu berharap.
Pelajaran dari hujan meteor yang jauh
Tidak semua fenomena langit dirancang untuk semua orang, dan itu bukan masalah. Dengan mengetahui bahwa Ursid sulit dari khatulistiwa, kamu belajar membaca peta langit: letak radian menentukan siapa yang beruntung. Pengetahuan ini membantu kamu memilih hujan meteor lain yang lebih sesuai, dan menghemat tenaga untuk malam-malam yang lebih menjanjikan.
Alternatif untuk pemburu langit tropis
Jika ingin mengisi akhir Desember dengan kegiatan langit, fokuskan pada Geminid atau amati planet terang dengan binokular. Kamu juga bisa mengenali rasi Crux, Salib Selatan, yang justru terlihat jelas dari Indonesia dan tak terlihat dari Eropa. Setiap belahan Bumi punya kelebihannya sendiri, dan belahan selatan punya langit yang kaya.
Mengamati dari jauh lewat cerita
Banyak pengamat di Eropa utara menuliskan pengalaman mereka setelah menonton Ursid, termasuk suhu di bawah nol dan keheningan malam. Membaca laporan-laporan itu bisa menjadi cara menikmati hujan meteor tanpa harus berada di sana. Dari rumah yang hangat di tropis, kamu tetap bisa merasakan sedikit suasananya.
Konteks titik balik matahari
Ursid bertepatan dengan titik balik matahari Desember, saat hari terpendek di belahan utara. Banyak budaya merayakan momen ini sebagai saat kembalinya terang. Di khatulistiwa, perbedaan panjang siang malam hampir tidak terasa, jadi bagi kita Ursid lebih berupa pengetahuan menarik daripada pengalaman.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisakah Ursid dilihat dari belahan selatan?
Praktis tidak. Radian terlalu dekat dengan kutub utara langit dan tak naik cukup tinggi dari sebagian besar tempat di selatan, termasuk Indonesia.
Berapa banyak Ursid yang bisa dilihat?
Sekitar sepuluh per jam di langit sempurna, dan biasanya lebih sedikit.
Apa yang membuatnya istimewa?
Letaknya di dekat kutub langit dan waktunya yang bertepatan dengan titik balik matahari.